Ciri Konstipasi Pada Anak yang Harus Diketahui

Ciri Konstipasi Pada Anak yang Harus Diketahui

Diantara beberapa jenis gangguan pencernaan yang terjadi pada anak, bisa dikatakan bahwa konstipasi termasuk salah satu masalah yang kerap terjadi. Seperti diketahui, konstipasi pada anak akan membuat anak merasa kesulitan ketika hendak buang air besar. Tidak hanya itu, bisa jadi, anak akan merasa kesakitan dan nantinya menangis.

Para pakar mengatakan bahwa konstipasi terjadi karena adanya perubahan konsistensi feses yang lebih keras. Tidak hanya itu, masalah ini juga bisa muncul karena ukuran feses yang cenderung lebih besar.

Berkaitan dengan masalah ini, Anda sebagai orang tua tentu harus mengetahui ciri dari konstipasi yang terjadi pada anak agar bisa melakukan pencegahan secara maksimal. Apa saja ciri yang dimaksud? Simak ulasannya!

Beberapa Ciri Konstipasi Pada Anak

Masalah konstipasi yang terjadi pada anak ditandai dengan beberapa ciri tertentu. Adanya beberapa ciri ini tentu bisa menjadi patokan untuk mengetahui kondisi anak agar nantinya Anda bisa melakukan penanganan yang cepat dan tepat.

Adapun beberapa ciri dari konstipasi yang terjadi diantaranya adalah:

  1. Feses keluar disertai dengan darah

Salah satu tanda konstipasi yang kerap muncul adalah adanya darah yang keluar bersamaan dengan feses. Ini merupakan tanda yang bisa dijadikan dasar diagnose kondisi anak.

Feses yang keluar disertai darah merupakan adanya masalah pada lubang anus anak. Hal ini disebabkan karena adanya luka yang terjadi dikarenakan ukuran feses yang lebih besar, konsistensi feses yang lebih keras ataupun feses yang cenderung lebih kering.

  1. Anak menghindar saat hendak BAB

Ketika anak menghindar padahal ia ingin BAB, Anda perlu waspada. Bisa jadi, anak ternyata mengalami konstipasi.

Anak yang menghindar ditandai dengan beberapa gerakan. Misalnya saja, anak cenderung menyilangkan kaki mereka, memegangi perut ataupun terlihat ketegangan di wajah. Hal semacam ini bisa dijadikan diagnose awal. Bisa jadi, anak melakukan beberapa hal tersebut karena merasa sakit di bagian anus dan juga ketakutan.

  1. Frekuensi buang air yang jarang

Idealnya, anak buang air besar secara teratur. Meskipun hitungan BAB ideal anak berbeda-beda sesuai usia mereka, namun tetap saja, ada jarak yang teratur untuk melakukan BAB. Misalnya, sehari sekali atau dua hari sekali.

Nah, ciri lain dari konstipasi yang terjadi pada anak adalah anak yang cenderung jarang buang air besar. Para pakar mengatakan bahwa anak setidaknya perlu buang air besar sekitar tiga kali setiap pekan. Apabila frekuensi buang air besar mereka cenderung kurang, maka bisa jadi ada masalah pada pencernaan mereka dan hal tersebut adalah konstipasi.

Beberapa hal di atas adalah ciri konstipasi pada anak yang perlu diketahui. Jika Anda menemukan beberapa ciri tersebut, maka segera lakukan tindakan yang tepat.